Senin 31 mei, aku dan 5 kawanku bepergian menuju ke gunung prau di kawasan Dieng kabupaten Wonosobo. Pendakian ini tidak untuk pertama kalinya aku mendaki gunung prau dengan ketinggian sekitar 2565mdpl tapi untuk ketiga kalinya.
Tak seperti biasanya pendakianku kali ini banyak momen yang tak bisa terlupakan pada saat menuju gunung prau. Mulai dari harus berjibaku dengan lumpur karena jatuh dari motor, hingga momen mendapatkan golden sun rise saat di puncak.
Aku yang berboncengan dengan hamdani harus mendapatkan musibah terlebih dahulu, kami berdua jatuh dari motor di daerah Temanggung. Bukan karena sebab bertabrakan dengan pengendara lain, tetapi motor yg kita kendarai terpeleset karena aku memencet rem depan mendadak di jalanan yang agak berlumpur pasca hujan di sore hari. (untungnya kami tidak kenapa-napa saat jatuh,tapi tetap saja sakit juga kaki kami. Kenapa orang indonesia kalo dapet musibah masih bisa bilang UNTUNG?).
Karena kami berangkat dari semarang sore hari jadi banyak waktu istirahat di base camp pendakian, setidaknya bisa untuk meluruskan otot yg sempat tegang karena jatuh tadi.
Sekitar jm 11an malam kami mulai berbegas mendaki dan perkiraan kami sampai puncak pada jam 2 pagi. (maklum kami kan KOPMA; komunitas pendaki manja, jadi ga terburu-buru sampai puncak)
Pasca tenda dan semua peralatan sudah berada pada posisinya masing-masing, kamipun bergegas tidur untuk merehatkan badan sejenak dan bersiap untuk esok pagi.
Eits, sebelum beranjak cerita tentang indahnya pemandangan puncak prau pada saat bangun tidur, alangkah baiknya berbagi cerita dulu tentang pengalamanku mendaki prau sebelum ini.
Jadi pendakianku di gunung prau sudah sebanyak 3 kali, cuman pendakian-pendakian sebelumnya selalu nihil alias gadapet view golden sunrise ataupun karpet awan. Ya paling cuman bisa lihat gunung sindoro, sumbing, sama kembang yg berdiri tegap didepan gunung prau telanjang bulat tanpa awan yang menyelimutinya, kalau nggak gitu ya mentok bisa lihat kabut pekat aja.
Lah, makanya kenapa kok aku selalu ingin mendaki gunung prau ya gara-gara belum kesampaian dapet view kayak selebgram yang ada di gunung. Dan ditambah lagi gunung prau selalu menarik perhatian bagi semua orang tentunya. Udahlah gausah bahas yg udah berlalu kayak mantanmu itu,, Xixixixi.
Tepat pukul 05.30 pagi aku terbangun dari tidur pulasku (tepatnya dipaksa bangun sama mas syauqi). Dan ketika membuka pintu tenda aku langsung 100% melek melihat pemandanga yg begitu indah, sampek belum sempet bersihin bekas air liur yg ada di pipiku. (kalem ya, cuman becanda kok aku nggak ngiler lho ya. Paling dikit doang, xixixi)
Akupun segera mengambil gawai untuk berfoto ria dan mengabadikan momen yg belum sempet aku dapet saat pendakian sebelumnya. Biasanya selesia berfoto-foto tentu pasti masak dong, tapi kalo aku ya tetep balik tidur dan yg masak agung sama ulum, xixixix.
Eeeeh dipaksa bangun lagi sama mas mbut, akhirnya bangun terus makan baru beberes tenda dll dan kamipun turun dari puncak untuk kembali ke rumah. Eeh perjalanan pulangnya malah di temenin sama hujan deras mulai dari temanggung sampek kendal. (kasian amat ya aku, habis capek-capek turun dari gunung pulangnya masih kehujanan juga).

0 Komentar