Tentu kawan-kawan tak asing dengan plato, dia adalah filsuf yunani kuno yang berperan dan berpengaruh besar terhadap pemikiran filsafat. Dan dalam bukunya plato yang berjudul "Symposium" ada 3 jenis cinta : pertama Cinta Eros, memilik makna cinta yang paling mendasar berkaitan dengan fisik dan tujuan utamanya dari cinta ini adalah SEX.
Mensifati atau memaknai cinta eros merupakan hal yang wajar bagi manusia pada umumnya, toh Tuhan sendiri memang menciptakan makhluknya barang pasti berbentuk dan tampak. Walaupun memang dalam beberapa agama mempercayai bahwasanya ada ciptaan Tuhan yang tak bisa dilihat secara fisik.
Lalu Cinta Philia Atau Cinta Persahabatan. Cinta ini mengantarkanku pada pemaknaan mencintai sesama sahabatku di PMII sebab tak ada batasan fisik didalamnya. Plato memang sangat ciamik dalam menjelaskan arti cinta. Cinta philia ini mengarah pada pandangan seseorang pada sifatnya entah dari kelebihan, atau keunikannya tanpa harus tertarik karena memandang fisik semata.
Dan yang terakhir ialah Cinta Agape, cinta ini tidak lagi mengenai nilai tawar bahkan keunggulan dari individu atau kelompok, tapi bagaimana kita mencintai suatu hal tanpa menuntut apapun. Dalam implementasi cinta ini, kita sudah tak butuh apapun dan rela untuk menderita bahkan berkorban karena memang sudah tak ada alasan apapun untuk menolak dan berpaling darinya.
Perlu juga kita ingat tentang pencarian makna CINTA ialah selama kita belum puas menemukannya, maka kita akan terus menerus mencari, kamu melihat dan kamu membandingkannya dengan yang lain, sehingga kamu akan melewati sesuatu yang memang untukmu.
Dari 3 jenis tersebut kita bisa benar-benar tersadar, sejauh dan seberapa cintanya kita terhadap sesuatu hal. Apalagi dengan banyaknya ilmu serta pengalaman baru yang sudah tentu kita dapat dalam ber-PMII. Jadi, memang tak ada alasan untuk kita menginjak-injak atau bahkan menurunkan marwah Organisasi yang didirikan dan dibesarkan oleh para pendahulu kita.
Sadar atau tidak sadar aku mengakui bahwa yang menjadikanku mengerti 2 hal antara cinta dan PMII ini adalah salah satu orang yang aku anggap berperan dalam dinamika kehidupanku di PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Idnonesia). Dari mulai masa penerimaan anggota baru (MAPABA) sampai saat ini beliau selalu tak lupa mengingatkanku untuk tetap teguh pada prinsip dan selalu percaya proses.
Tugas kita hanya cukup untuk menghidupkan dan merawat PMII sebagai bentuk rasa cinta kita terhadapnya. Bersyukurnya diriku sebab bisa memaknai dan mengejawantahkan kata cinta dalam PMII hingga detik ini serta semoga sampai esok hari dengan para sahabat sahabati semua. Tak ada kata yang benar-benar bisa tertuangkan dalam sebuah tulisan untuk menguraikan rasa cintaku di PMII, sebab apapun dan siapapun yang ada didalamnya merupakan sebuah keistimewaan.
Ber-PMII merupakan suatu panggilan.
Tumbuh subur pergerakan🌷.
1 Komentar